Saham Naik Setahun setelah Setiap Pemilu Paruh Waktu sejak 1982. Akankah 2026 Mempertahankan Tren Ini?

Ikhtisar:S&P 500 dan Bitcoin naik setahun setelah pemilu paruh waktu sebelumnya, namun minyak, imbal hasil, dan AI bisa menguji reli beruntun hingga 2026.

S&P 500 selalu mencatat kenaikan dalam setahun setelah setiap pemilu paruh waktu AS sejak 1982. Dengan warga Amerika yang memberikan suara hari ini, sejarah berpihak pada saham, namun berbagai risiko ekonomi makro bisa menguji rekor tersebut.

Bitcoin (BTC) juga berakhir lebih tinggi dalam setahun setelah pemilu paruh waktu terakhir. Tapi, perjalanannya dalam beberapa bulan berikutnya jauh lebih bergejolak dibandingkan saham.

Disponsori

Disponsori

Empat Dekade Kenaikan Setelah Pemilu Paruh Waktu

Menurut CNBC, S&P 500 rata-rata mencatat kenaikan 13,7% dalam satu tahun setelah 11 pemilu paruh waktu sejak 1982. Indeks ini selalu berakhir lebih tinggi di setiap peristiwa tersebut.

Pakar strategi investasi senior CFRA, Arun Sundaram, menyoroti catatan yang lebih panjang lagi. Ia menuturkan bahwa pasar belum pernah turun dalam 12 bulan sejak Oktober tahun pemilu paruh waktu sejak Perang Dunia II. Pada periode-periode tersebut, rata-rata kenaikannya sekitar 16%.

“Saya rasa pemilu paruh waktu itu semacam momen pembersihan. Pasar AS cenderung lebih baik setelah pemilu paruh waktu,” tutur Sundaram kepada CNBC.

Rata-Rata Imbal Hasil S&P 500 Setelah Pemilu Paruh Waktu dan Presiden, 1980–2024. Sumber: CNBC

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real time

Imbal hasil juga biasanya lebih besar saat pemilih membagi kendali Washington. Pemilu yang menghasilkan pemerintahan terbelah memberikan rata-rata kenaikan satu tahun sebesar 15%, dibandingkan 11,5% di bawah satu partai yang menguasai.

Disponsori

Disponsori

CFRA memperkirakan Demokrat akan menguasai DPR dan kemungkinan besar Senat. CNBC menemukan preseden untuk Kongres Demokrat di bawah presiden Republik. Setelah pemilu paruh waktu 1986, 1990, dan 2006, S&P 500 rata-rata naik 10,9% dalam setahun.

Namun, Sundaram berpendapat pasar secara historis tampil lebih baik di bawah presiden dan Kongres Republik daripada di bawah Demokrat. Ia menganggap jika Demokrat menguasai Kongres sebagai skenario terburuk. Meski begitu, ia tetap memaparkan bahwa pasar cenderung naik 12 bulan kemudian.

Angin Segar di November, tapi Harga Minyak dan Yield Mengancam

Kalender juga cenderung berpihak pada saham dalam jangka pendek. Data dari The Kobeissi Letter menunjukkan bulan November rata-rata mencatat kenaikan 2,1% sejak 1980, naik dalam 74% kasus.

Pada tahun-tahun pemilu paruh waktu sejak 1950, November rata-rata mencatat kenaikan 2,7%, dengan tingkat keberhasilan 78,9%.

Markets are heading into their strongest seasonal period of the year:

Since 1980, the S&P 500 has rallied +2.1% on average in November, making it the strongest month of the year.

Over this period, positive returns occurred 74% of the time, the best hit rate of any month.… pic.twitter.com/07UrwmEbUE

— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) November 2, 2026

Sundaram tetap menyoroti geopolitik sebagai faktor tak terduga terbesar tahun ini, khususnya soal perang dengan Iran. CFRA menaikkan proyeksi harga minyak dan kini memperkirakan harga rata-rata sebesar US$85 per barel tahun depan, naik dari US$70.

Yield Treasury 10 tahun turun di bawah 4,9% pada Senin, menurun dari puncak 5,3% sekitar sebulan sebelumnya. Sementara itu, CNBC menyebut artificial intelligence (AI) sebagai faktor penggerak utama sekarang, serta apakah penurunan pada saham teknologi akan berlanjut.

Bitcoin Juga Naik Seusai Pemilu Paruh Waktu, tapi Lebih Sulit

Pola pemilu paruh waktu juga muncul di aset kripto, meski dengan fluktuasi jauh lebih besar. Data dari DWF Labs menunjukkan BTC naik 25%, 45%, dan 92% dalam setahun setelah pemilu paruh waktu 2014, 2018, dan 2022.

Namun, BTC mesti melewati jalan yang jauh lebih berat dibanding S&P 500. Aset ini sempat diperdagangkan 31% di bawah harga penutupan hari pemilu tiga bulan setelah pemilu 2014 dan 46% di bawah harga penutupan setelah 2018.

Apakah tren positif ini berlanjut atau tidak, mungkin akan sangat tergantung pada harga minyak, yield, dan AI, selain pada hasil pemilu itu sendiri.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Ben Cowen Sebut “Everyone Expects It” Adalah Alasan Buruk untuk Bertaruh Melawan Penjualan Pasar di Kuartal IV

Selanjutnya

PHK di Disney Bisa Berdampak pada Ribuan Orang, dengan Beberapa Manajer Diminta Pangkas 20%