Bitcoin Hadapi Akhir Pekan Penentu saat Ketakutan Crash Pasar Meningkat

Ikhtisar:Bitcoin diperdagangkan di bawah US$83.000, level yang menurut Benjamin Cowen akan membatalkan skenario bearish-nya melalui The Fed, minyak, dan obligasi.

Bitcoin sedang mendekati akhir pekan yang krusial. Setelah gagal bertahan di US$83.000, aset kripto ini kini menghadapi level yang lebih mengkhawatirkan di US$80.000.

Analis Benjamin Cowen memperingatkan bahwa penutupan mingguan di bawah US$83.000 pada 25 Oktober akan memperkuat pandangan bearishnya untuk sisa tahun 2026. Peringatan ini muncul saat Bitcoin mendapat tekanan yang tidak hanya berasal dari pergerakan harga sendiri.

Kenapa Level US$80.000 pada Bitcoin Penting

Reli yang gagal baru-baru ini sudah memberikan kerugian pada trader yang optimistis. Dalam satu periode jual selama empat jam, posisi long menyumbang US$91,19 juta dari total likuidasi aset kripto senilai US$95,22 juta.

Yang lebih mengkhawatirkan, Glassnode memperkirakan bahwa perusahaan yang menyimpan Bitcoin di neraca keuangannya membeli rata-rata di harga sekitar US$80.000 per koin.

Jika harga turun di bawah level itu, posisi rata-rata perbendaharaan korporasi akan mengalami kerugian. Situasi ini memang tidak secara otomatis memaksa perusahaan untuk menjual, tapi hal itu bisa menurunkan kepercayaan.

Disponsori

Disponsori

A plausible path to consider (in order).

Becomes void if Bitcoin gets and holds back above $83k

-Bitcoin weekly close below $83k (again)

-Fakeout confirmed (Oct 25)

-Fed does not raise rates (Oct 28)

-PCE comes in hot (Oct 29)

-Oil spikes over the Iran war (~$120)

-Long end…

— Benjamin Cowen (@benjamincowen) October 24, 2026

Analisis BeInCrypto terpisah juga menunjukkan US$77.876 sebagai level penurunan berikutnya jika tekanan jual terus berlanjut, yang kemudian diikuti oleh zona support antara kisaran US$76.700 hingga US$72.500.

ETF Bitcoin spot AS juga mencatatkan penurunan sekitar US$322 juta pada 22 Oktober, yang menandakan pembelian institusional mulai melemah.

Apa yang Akan Terjadi pada Bitcoin Minggu Depan?

Kalender ekonomi juga tidak menawarkan banyak harapan. The Fed dijadwalkan bertemu pada 27–28 Oktober dan Cowen memperkirakan suku bunga akan tetap sama. Data inflasi September akan dirilis pada 29 Oktober.

Harga minyak menambah kerumitan. Harga Brent tutup di US$116,72 pada hari Jumat karena kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah makin meningkat. Energi yang mahal bisa membuat inflasi tetap tinggi, sementara yield Treasury yang naik bisa membuat investasi spekulatif jadi kurang menarik.

Volatilitas Ekstrem Bitcoin di Bulan Oktober

Sejarah juga menjadi amunisi bagi pihak bearish. Binance Research mencatat bahwa rata-rata penurunan harga Bitcoin pada tahun pemilu sela AS sebelumnya mencapai 56%. Tapi, catatan ini hanya mencakup tiga siklus Bitcoin, sehingga lebih berupa peringatan, bukan prediksi yang pasti.

Ada juga peluang jelas bagi Bitcoin untuk membatalkan skenario bearish dari Cowen.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Bitcoin Kehilangan US$80.000 saat US$200 Juta Leverage Terlikuidasi dalam Satu Jam

Selanjutnya

Arthur Hayes Dump US$22 Juta di Aset Kripto, Peringatkan Masih Ada Potensi Kerugian