Bank terbesar di Brasil, bursa sahamnya, dan beberapa exchange aset kripto terbesar di dunia termasuk di antara perusahaan yang sedang mengajukan lisensi aset kripto Brasil dari Bank Sentral Brasil (BCB).Mereka menargetkan untuk beroperasi sebagai penyedia layanan aset virtual di negara tersebut. Tenggat waktu bagi perusahaan yang sudah aktif di pasar berakhir pada Jumat, 30 Oktober.
Pertaruhan kali ini sangat tinggi. Brasil menempati peringkat pertama dalam Chainalysis 2026 Global Crypto Adoption Index, mengungguli Amerika Serikat dan Nigeria, di antara 117 negara.
Disponsori

Disponsori
Mengapa Pasar Kripto Brasil Terlalu Besar untuk Diabaikan
Negara ini mencatat aktivitas aset kripto sebesar US$252,5 miliar antara Juli 2025 sampai Juni 2026. Jumlah tersebut menjadikan pasar aset kripto terbesar di Amerika Latin dengan selisih yang sangat jauh. Hampir setengah dari nilai aset kripto yang bergerak di kawasan ini kini melewati Brasil.
Sampai pukul 19.30 waktu setempat pada hari Jumat, sudah ada 68 institusi yang teridentifikasi ikut dalam persaingan. Angka ini berdasarkan pelacak dari Cainvest Group, perusahaan infrastruktur keuangan asal Brasil yang memantau dokumen-dokumen pengajuan.
Daftar ini mencakup pengajuan yang sudah dikonfirmasi oleh perusahaan itu sendiri, pemberitahuan regulasi yang diajukan oleh bank yang telah mendapat otorisasi bank sentral, serta beberapa kasus yang baru terdeteksi melalui dokumen terkait proses BCB dan belum dikonfirmasi oleh perusahaan yang bersangkutan.
Di antara proses yang statusnya bersifat publik, tiga di antaranya masuk dalam agenda keputusan bank sentral. Dua dalam proses evaluasi dan dua lainnya masih menunggu dokumen atau tanggapan dari pemohon.
Siapa yang Berada dalam Persaingan Lisensi BCB?

Disponsori

Disponsori
Bank, Exchange dan Perusahaan Stablecoin Ikut Berlomba Mendapatkan Lisensi
Di antara bank, bursa saham, dan lembaga keuangan yang terlibat adalah B3 yang merupakan bursa utama Brasil. Hadir juga Itaú Unibanco, Bradesco, Nubank, Banco Inter, BTG Pactual (melalui unit kripto Mynt), Banco BS2, Banco Rendimento, Braza Bank, Stark Bank, S3 CACEIS, dan B&T Corretora de Câmbio.
Deretan exchange dan broker meliputi Binance, Coinbase, OKX, Bybit, Kraken, Bitget, Ripio, OSL Brasil, Webull, Coins.xyz, dan Wynx Exchange. Tak ketinggalan, platform asal Brasil seperti Mercado Bitcoin, Foxbit, dan Brasil Bitcoin juga masuk dalam daftar.
Selain itu, perusahaan stablecoin, pembayaran, dan infrastruktur juga ikut bersaing. Beberapa di antaranya adalah Ripple, Avenia, Bloquo, Liqi, Lumx, Transfero, RedotPay, Parfin, NoxPay, Obsidiam, Belo, TCR Finance, Velaro Network, dan Manteca. Manteca sendiri beroperasi di Brasil dengan nama Ponte Global.
Beberapa nama lain yang melengkapi daftar ini adalah BlockRiver, 4Pay Finance, ARQ Finance, Axioma, BCX Corretora, Bloxtrade Capital, Cademartori Z Soluções, Crown, Ettica Pagamentos, Frontrade, GGPay, IACrypto, MadarBit, Masterpay, Mazzera, NBS, Neo Ativos Virtuais, Nexus, Nonco, O3 Trade, Onda Finance, PFPay, Prata Digital, SuitCoin, TRKBIT, UnblockPay, Urban, dan W Brasil Comércio.
Bank-Bank Besar Ikut Berlomba
Itaú dan Bradesco, dua bank swasta terbesar di Brasil, adalah beberapa bank tradisional yang sudah meresmikan aktivitas aset virtual mereka. Ada juga bank digital seperti Nubank dan Inter, serta bank investasi BTG Pactual. Karena mereka sudah mengantongi otorisasi dari bank sentral, sebagian besar mengikuti proses notifikasi regulasi yang lebih sederhana dibandingkan pengajuan lisensi baru dari awal.
B3 juga terjun ke dalam lomba ini dengan mengajukan lisensi untuk menyediakan layanan perantara dan kustodian aset virtual. Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi bursa ke produk keuangan berbasis tokenisasi.
Kehadiran institusi keuangan tradisional menunjukkan bahwa pasar aset kripto yang diatur di Brasil tidak hanya akan dikuasai oleh perusahaan yang memang berasal dari ekosistem aset kripto. Di pasar adopsi aset kripto terbesar dunia, bank akan bisa langsung bersaing dengan exchange untuk layanan seperti trading dan kustodian kripto.
Exchange Global dan Lokal Brasil
Daftar tersebut hampir mencakup seluruh exchange global besar yang memiliki kantor cabang di Brasil, serta pemain lokal populer seperti Mercado Bitcoin, salah satu platform aset kripto terbesar di Amerika Latin. Coinbase mengonfirmasi pengajuan lisensi mereka pada 29 Oktober, satu hari sebelum tenggat waktu.
Tidak semua platform memutuskan untuk tetap bertahan. Revolut telah menghentikan penjualan aset kripto untuk pelanggan di Brasil dan akan otomatis mengkonversi saldo yang tersisa menjadi dolar AS setelah 24 November.
Apa yang Berubah Sekarang?
Aturan aset kripto di Brasil tercantum dalam Resolusi BCB 519, 520, dan 521 yang diterbitkan November 2025 dan berlaku sejak 2 Februari 2026. Regulasi ini menerapkan Kerangka Hukum Aset Virtual negara tersebut (Undang-Undang 14.478/2022) dan menciptakan kategori entitas baru yang diatur, yakni perusahaan penyedia layanan aset virtual yang dikenal secara lokal sebagai SPSAV.
Menurut kerangka aturan ini, perusahaan bisa mendapat izin sebagai perantara aset virtual, kustodian, atau broker. Perusahaan yang sudah beroperasi ketika regulasi berlaku diberi waktu 270 hari untuk mengajukan fase pertama permohonan izin mereka. Siapa pun yang memenuhi tenggat masih boleh beroperasi sambil menunggu aplikasi mereka ditinjau BCB. Perusahaan yang tidak mengajukan tepat waktu harus menghentikan seluruh layanan mereka dalam 30 hari.
Per 30 Oktober, Resolusi BCB 520 juga melarang bank, lembaga pembayaran, dan entitas lain yang mendapat otorisasi bank sentral untuk melakukan, memperantarai, atau menyimpan transaksi apa pun yang melibatkan penyedia aset virtual yang tidak mendapat izin atau yang tidak sedang dalam proses pengajuan. Artinya, perusahaan aset kripto yang melewatkan tenggat tidak akan bisa lagi terhubung dengan sistem perbankan Brasil.
Mengajukan permohonan hanyalah langkah awal. Proses aplikasi membuka dua tahap tinjauan lain, dan perusahaan harus memenuhi persyaratan regulasi tambahan sebelum benar-benar memperoleh izin final.

