Clarity Act Gagal pada Pemungutan Suara Senat, Saham Circle Turun 11%

Ikhtisar:CLARITY Act gagal meraih 60 suara di Senat pada hari Selasa. Saham Circle turun 11% karena rancangan undang-undang aset kripto tersebut terhenti.

CLARITY Act gagal dalam pemungutan suara prosedural di Senat pada hari Selasa, tidak mencapai 60 suara yang dibutuhkan untuk membawa rancangan undang-undang struktur pasar aset kripto ini ke tahap selanjutnya.

Circle Internet Group (CRCL) turun 11,61% ke US$86,11 pada pukul 14:42 ET. Perusahaan penerbit stablecoin ini menjadi cerminan paling jelas di pasar saham untuk menggambarkan peluang kelolosan RUU tersebut.

Performa Saham Circle (CRCL) | Sumber: Yahoo FinanceAlasan 41 Senator Sudah Cukup untuk Menghentikan RUU

Pemungutan suara ini terkait “cloture”, yaitu tahap yang menutup debat supaya RUU bisa dilanjutkan. Diperlukan 60 dari 100 senator untuk meloloskannya. Setelah 41 senator memilih tidak setuju, otomatis usulan ini gugur.

Today, I voted no on the Clarity Act, legislation meant to regulate cryptocurrency in America.

The ethics provisions in this bill are simply too thin. President Trump, his children, and his Cabinet are making billions of dollars in the crypto space, in part from bilking everyday…

— Sen. Elissa Slotkin (@SenatorSlotkin) September 15, 2026

Disponsori

Disponsori

Rancangan ini, yang secara resmi bernama Digital Asset Market Clarity Act, akan membagi pengawasan federal atas aset kripto antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). DPR sudah mengesahkannya di tahun 2025. Senator Cynthia Lummis, John Boozman, dan Tim Scott memimpin upaya di Senat.

“Beberapa Demokrat yang berbulan-bulan bernegosiasi soal Clarity Act, termasuk Gillibrand, Warner, Booker, Warnock, Gallego, Alsobrooks, dan Cortez Masto, semuanya memilih TIDAK. Seorang pemimpin industri baru saja mengirim pesan ke saya: ‘Itu mati.’” ujar Eleanor Terrett, host podcast Crypto America, membagikan.

BeInCrypto sebelumnya melaporkan bahwa teks RUU yang telah direvisi menghadapi penolakan dari asosiasi bank, 18 jaksa agung negara bagian, dan Senator Elizabeth Warren. Partai Republik telah mempublikasikan teks tersebut akhir pekan lalu sebagai tawaran final bagi Demokrat.

Makna Macetnya RUU Ini untuk Circle dan Perusahaan Kripto Lain

Tanpa adanya undang-undang ini, exchange dan penerbit token wajib tetap memenuhi aturan dari dua otoritas sekaligus. Beban kepatuhan ganda inilah yang ingin dihapuskan oleh RUU tersebut.

Circle menerbitkan USD Coin (USDC), stablecoin dengan patokan dolar terbesar kedua. Para pemegang saham menganggap aturan federal yang lebih jelas akan membuka jalan bagi kerja sama distribusi lebih luas dengan bank dan perusahaan pembayaran. Saham Robinhood, HOOD, juga ikut turun bersama saham CRCL milik Circle.

$HOOD is down more than 7% as the U.S. Senate fails to advance the CLARITY Act with 41 senators voting no. pic.twitter.com/Zdv7gms4iR

— Shay Boloor (@StockSavvyShay) September 15, 2026

Aset kripto lain sempat reli menjelang pemungutan suara tersebut, dengan XRP dan Stellar naik pada hari Senin saat para trader bersiap menyambut pengesahan. Ketika berita kekalahan ini keluar, kenaikan mulai terkikis dan harga aset kripto, termasuk Bitcoin, sempat turun sebelum akhirnya pulih.

Performa Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Meski begitu, kekalahan ini tidak membuat RUU tersebut benar-benar berakhir. Pimpinan Senat masih bisa menjadwalkan pemungutan suara cloture lagi, walaupun tidak ada kewajiban untuk melakukannya sebelum tahun ini habis.

Dalam pernyataannya kepada BeInCrypto, CEO Raiku Robin Nordnes menilai bahwa pemungutan suara ini hanya mengubah jadwal, bukan arah keseluruhan.

“Modal yang tadinya tidak bisa bergerak di rezim sekarang tidak hanya diam saja. BlackRock, Visa, dan Western Union telah membangun kerangka kerja mereka di bawah MiCA dan mereka sudah berjalan di Solana… Pemungutan suara hari ini memberi tahu Anda seberapa lama keunggulan itu bisa mereka pertahankan, bukan soal ada atau tidaknya keunggulan itu.”

Aturan Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Eropa sudah berlaku sejak 2024, dan Solana (SOL) menarik banyak penerbit token yang membangun produk di bawah regulasi tersebut.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Balancer Ajukan Penutupan setelah Rencana Pemulihan Gagal Dongkrak Pendapatan