Mengapa Kenaikan Imbal Hasil Treasury Meningkatkan Tantangan Bagi Bitcoin untuk Menarik Investor

Ikhtisar:Imbal hasil Treasury 10 tahun mencapai 5,3%, level tertinggi dalam 24 tahun. Lihat mengapa imbal hasil yang lebih aman menaikkan standar untuk Bitcoin dan aset berisiko.

Yield US Treasury 10-tahun melewati 5,3% bulan ini, level tertingginya sejak 2002. Jadi, Bitcoin (BTC) yang tidak memberikan yield, kini harus bersaing dengan imbal hasil dari pemerintah di atas 5%.

Masalahnya, yield naik karena kekhawatiran inflasi dan utang, bukan karena pertumbuhan ekonomi yang melemah. Hal ini bisa membuat pergerakan pasar aset berisiko jadi sulit untuk bangkit.

Mengapa Imbal Hasil Lebih Aman Membuat Bitcoin Sulit Dipertimbangkan?

Bitcoin tidak menawarkan bunga atau dividen, sehingga investor hanya akan untung jika harganya naik. Sementara itu, surat utang Treasury kini membayar lebih dari 5% dengan risiko gagal bayar hampir nol. Untuk itu, pembeli Bitcoin butuh potensi kenaikan harga yang lebih besar agar tetap memilih Bitcoin.

Disponsori

Disponsori

Perhitungan valuasi juga jadi faktor kedua. Yield yang lebih tinggi meningkatkan tingkat diskonto untuk keuntungan di masa depan, sehingga nilai keuntungan tersebut hari ini jadi lebih kecil. Aset tanpa arus kas — seperti aset kripto — sangat sensitif terhadap logika ini.

Uang sudah mulai mengalir ke obligasi. ETF obligasi mencatat arus masuk rekor US$469 miliar sepanjang tahun ini hingga September.

Sampai Seberapa Tinggi Yield Bisa Naik Sebelum Aset Berisiko Jebol?

Yield 10-tahun naik sekitar 1,2 poin persentase di 2026 dan sempat menyentuh 5,34% awal bulan ini.

Yield 10-tahun kini nyaman di atas 5%. | Sumber: CNBC

Dan Ivascyn, chief investment officer dari manajer obligasi Pimco, menyampaikan kepada Financial Times bahwa yield bisa mencapai 6%, dan level 5,5% atau lebih kemungkinan akan menciptakan

“kelemahan yang cukup besar pada pasar risiko, baik kredit maupun saham”

ujar Dan Ivascyn, Reuters

Arah Bitcoin kini makin bergantung pada pasar obligasi AS, walaupun likuiditas dan aliran dana bisa saja menahan tekanan naiknya suku bunga.

Meskipun demikian, tekanan ini mungkin bertahan lebih lama dari sekedar pergerakan di bulan ini. Video penjelasan Bloomberg mengungkapkan bahwa penjualan utang perusahaan AI kini bersaing dengan utang Treasury demi menggoda uang investor. Investor juga sudah mulai memikirkan ulang portofolio 60/40, sehingga aset apa pun yang tidak memberi imbal hasil harus tetap mengalahkan Treasury 5%.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Dapatkah Peluncuran Roadster Tesla Picu Crash Saham Lagi?