80% ekonom yang disurvei oleh CNBC ingin Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menjelaskan pemikirannya tentang ekonomi saat menyampaikan pidato utama pertamanya di Jackson Hole pada hari Jumat.
Survei terhadap 31 ekonom, ahli strategi, dan investor ini juga menunjukkan perpecahan mendalam tentang seberapa jauh Warsh harus berbicara. Responden terbelah, 48% berpendapat Warsh sebaiknya membahas prospek suku bunga, sedangkan 48% lain merasa itu sebaiknya tidak ia bahas sama sekali.
Warsh Pilih Diam, Wall Street Terbelah
Warsh belum banyak bicara tentang ekonomi maupun pandangan kebijakannya semenjak menjabat pada Mei lalu. Ini berbeda dari kebiasaan para ketua sebelumnya. Ia mengatakan, strategi ini membuatnya bisa melihat penilaian pasar dengan lebih jernih, tanpa pengaruh panduan dari The Fed.
Kebanyakan panel memperkirakan Warsh akan tetap diam. Kelompok terbesar, yaitu 45%, meyakini Warsh sama sekali tidak akan membahas suku bunga pada hari Jumat, berbanding 32% yang melihat kemungkinan ia bersikap agak hawkish dan 19% memperkirakan sikap netral.
Constance Hunter, kepala ekonom Economist Enterprise, berpendapat bahwa strategi ini justru mendorong komunikasi ke pejabat serta pidato lain.
Disponsori
Disponsori
“Ia telah melepaskan perannya dalam berkomunikasi tentang reaksi kebijakan,” ujar Hunter .
Pendekatan Warsh mendapat dukungan. Sekitar 65% panel setuju bahwa The Fed lebih baik membicarakan sedikit dan lebih mengandalkan sinyal pasar terkait suku bunga.
Pendapat tentang perubahan secara luas masih terbelah, panel terbagi 40% banding 40% apakah mayoritas Federal Open Market Committee (FOMC) mendukung reformasi kerangka inflasinya.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Langkah Obligasi Bessent Diragukan
Sementara itu, Menteri Keuangan Scott Bessent mengumumkan kenaikan pembelian obligasi jangka panjang pekan lalu. Sebanyak 77% responden memperkirakan langkah ini tidak akan berhasil menurunkan yield Treasury.
Yield Treasury 10-tahun berada di 4,66% saat artikel ini dipublikasikan. Responden memperkirakan acuan ini akan bertahan di kisaran 4,60% hingga 4,70% sepanjang tahun depan.
Saat ditanya penyebab kenaikan yield, rata-rata responden menilai 37% pergerakan akibat meningkatnya pasokan utang global dan 28% karena ekspektasi inflasi yang lebih tinggi. Ekspektasi suku bunga The Fed menyumbang 21%, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik sebanyak 19%.
Arah suku bunga sendiri masih diperdebatkan. Dalam setahun ke depan, 53% memperkirakan kenaikan, 30% menjagokan penurunan, dan 16% tidak melihat ada perubahan. Sementara itu, futures fed funds memperkirakan kemungkinan kenaikan pada September sebesar 40% dan 70% pada Desember.
Inflasi diperkirakan turun ke 2,6% pada tahun depan dari 3,4% di 2026. Bagi sebagian panel, penurunan ini hanya akan terjadi jika The Fed mengetatkan kebijakan terlebih dulu, sehingga aset berisiko jadi rentan pada Jumat.

