Rumah tangga di Cina semakin banyak membeli emas ketika harganya turun, sehingga logam mulia ini mendapat dukungan saat nilainya turun di bawah US$4.000. Volume mingguan pada kontrak utama di Shanghai baru saja mencapai level tertinggi sejak April.
Pembelian ini datang di saat para holder emas sedang membutuhkannya. Logam tersebut telah turun 7,73% sejak 1 Januari dan sedang menghadapi keputusan suku bunga The Fed pada hari Rabu mendatang.

Performa Harga Emas di 2026 | Sumber: TradingView
Disponsori
Disponsori
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Emas Lebih Murah Menarik Minat yang Lebih Besar di Shanghai
Di Shanghai Gold Exchange (SGE), yaitu bursa utama emas di Cina, kontrak Au99.99 diperdagangkan sebanyak 43 juta lot minggu lalu. Ini setara dengan sekitar 430 ton dan menandai minggu tersibuk sejak April, seperti dilaporkan Bloomberg.
Pembeli harus membayar penuh dan langsung menerima barangnya, sehingga volume ini mencerminkan pembelian fisik, bukan spekulasi dengan leverage. Analis Jinrui Futures, Zijie Wu, menjelaskan bahwa permintaan lokal kini bergerak berlawanan dengan harga.
“Permintaan emas domestik kini makin bergerak berlawanan dengan tren harga, justru menguat ketika harga turun,” ujar Wu.
Kebanyakan pembelian emas ini lewat program akumulasi bank, sehingga masyarakat bisa membeli emas dalam jumlah kecil secara bertahap.
Disponsori
Disponsori
Pembelian melalui program ini selama sembilan bulan pertama tahun ini sudah melewati total pembelian tahun 2025. Pengelola program di sejumlah bank besar juga menyampaikan, pembelian semakin meningkat minggu lalu.
Data bank sentral dalam laporan SGE bulan April menunjukkan bahwa pihak pemberi pinjaman menjual 2.187 ton emas kepada konsumen di 2025. Jumlah itu lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun 2024, meskipun data tersebut belum menghitung emas yang kemudian dijual kembali.
Bank sentral Cina juga terus membeli emas ketika harganya turun. Bank Sentral Cina (PBOC) menambah 740.000 ounce emas pada bulan September, yang merupakan pembelian terbesar sejak Oktober 2023.
Pembelian tersebut terjadi di bulan saat harga emas jatuh lebih dari 6%. Ini juga memperpanjang rekor PBOC menjadi 23 bulan berturut-turut melakukan pembelian.
Pasar Saham Cina Lesu, Tabungan Rakyat Beralih ke Emas
Hasil investasi yang lemah di dalam negeri turut menjelaskan meningkatnya permintaan emas di Cina. Pasar saham Cina telah kehilangan nilai sebesar US$2,4 triliun sejak mencapai puncak pada Mei lalu.
Indeks acuan CSI 300 memasuki bear market pekan lalu. Morgan Stanley memproyeksikan penurunan lebih lanjut sebelum harga saham di Cina menemukan titik terendah.
Sektor properti masih lesu, dan imbal hasil obligasi 5 tahun Cina mencapai rekor terendah pada Selasa lalu. Dengan pendapatan yang jatuh di saham, properti, dan obligasi, para penabung di Cina kini beralih ke emas sebagai aset pelindung nilai (safe haven).
Emas Turun Lagi di Bawah US$4.000 Jelang Keputusan The Fed
Pada saat artikel ini dipublikasikan, emas diperdagangkan di US$3.996,96, turun 0,50% dalam sehari. Emas turun ke bawah US$4.000 pada 23 Oktober, yang merupakan pertama kalinya sejak Juli tahun ini.
Justin Lin dari Global X ETF melihat US$3.900 sebagai level support penting berikutnya. Bank of America juga memperingatkan potensi penurunan hingga US$3.750.
Lin memperkirakan outlook suku bunga yang lebih longgar akan membantu harga emas dalam waktu dekat, sehingga keputusan The Fed pada Rabu menjadi sangat krusial.
Jika saham di Cina pulih, sebagian dana mungkin akan beralih keluar dari emas. Sampai saat itu, daya tahan emas di level US$4.000 sebagian masih tergantung pada seberapa lama rumah tangga di Cina terus membeli saat harga turun.
Langganan saluran YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis memberikan insight terbaik

