BP Jual Bisnis Minyak Laut Utara saat PM Inggris Bidik Pengeboran Baru

Ikhtisar:BP mengonfirmasi penjualan bisnis minyak Laut Utara, mengakhiri 60 tahun produksi di kawasan itu. Keputusan ini muncul setelah tinjauan operasi global, dengan unit yang mengelola lima pusat produksi dan mempekerjakan sekitar 1.100 orang. Penjualan berlangsung di tengah tekanan politik agar pemerintah melonggarkan pembatasan pengeboran. Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan akan mengambil pendekatan pragmatis terhadap minyak dan gas Laut Utara setelah berbicara dengan Donald Trump, diperkuat lonjakan harga minyak akibat perang. Namun BP tidak keluar sepenuhnya; kantor pusat global tetap di Inggris dengan sekitar 13.960 karyawan. Penjualan ini berpotensi menghasilkan hingga £2 miliar. Menteri Energi Miatta Fahnbulleh menegaskan prioritasnya melindungi pekerja dan masyarakat setempat, sementara belum jelas apakah pendekatan Burnham akan membuka izin baru bagi pembeli.

BP menawarkan bisnis minyak Laut Utara untuk dijual, mengakhiri 60 tahun produksi di wilayah tersebut. Perdana Menteri baru Inggris sudah memberi sinyal terbuka untuk lebih banyak pengeboran di sana.

BP mengonfirmasi keputusan ini pada hari Jumat setelah meninjau operasi global mereka. Unit ini mengelola lima pusat produksi dan mempekerjakan sekitar 1.100 pekerja.

Latar Politik

Penjualan ini terjadi di tengah tekanan politik yang meningkat agar pemerintah melonggarkan pembatasan pengeboran. Perdana Menteri Andy Burnham mengambil alih setelah Starmer mengundurkan diri pada Juni. Dia mengatakan kepada Presiden AS, Donald Trump, minggu ini bahwa dia akan mengambil “pendekatan pragmatis” terkait minyak dan gas Laut Utara.

Disponsori

Disponsori

“Ada sumber daya di sana. Saat orang sedang kesulitan – kamu tidak bisa mengabaikan itu.”

— Andy Burnham, BBC News

Pernyataan ini muncul setelah berbulan-bulan perdebatan. Perang Iran mendorong harga minyak tembus US$110 per barel di awal tahun ini. Lonjakan itu membangkitkan kembali seruan agar pengeboran diperluas dari Partai Konservatif, Reform UK, hingga Trump sendiri.

Prime Minister Andy Burnham has said the UK will take a “pragmatic” approach to North Sea oil and gas, after President Donald Trump claimed Burnham told him Britain would “open up the North Sea” for new drilling. Burnham confirmed he told Trump the UK “can't ignore” its existing pic.twitter.com/Nhje4Kun4c

— IBTimes UK (@IBTimesUK) August 1, 2026

Beberapa anggota parlemen Partai Buruh ingin pendekatan yang lebih longgar. Sementara itu, sebagian lainnya seperti mantan Menteri Energi Ed Miliband, masih membela janji partai menolak izin baru.

Penjualan, Bukan Keluar Sepenuhnya

CEO BP, Meg ONeill, menyebutkan penjualan ini sebagai bagian dari pergeseran ke “peluang paling bernilai tinggi” BP. Kantor pusat global BP akan tetap berada di Inggris, tempat perusahaan ini mempekerjakan sekitar 13.960 orang.

Penjualan ini dapat menghasilkan pemasukan untuk BP hingga £2 miliar, berdasarkan laporan sebelumnya mengenai negosiasi yang gagal dengan Ithaca Energy.

Menteri Energi, Miatta Fahnbulleh, mengungkapkan ia tetap berkomunikasi erat dengan BP. Prioritasnya adalah melindungi pekerja dan masyarakat setempat selama proses penjualan ini.

Masih belum jelas apakah perubahan nada dari Burnham akan membuka izin baru sebelum pembeli baru datang.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Setiap Token yang Binance Delisting pada Hari Senin Sudah Mendapat Label Peringatan Sebelumnya

Selanjutnya

Elon Musk Sebut AI Kini Sebagai “Supersonic Tsunami” — Chart Miliknya Tunjukkan di Mana Breakout Terjadi