Bisakah Harga Bitcoin Turun ke US$10.000? Analis Bloomberg Beri Peringatan Suram

Ikhtisar:Strategis Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, kembali mengulangi prediksinya bahwa Bitcoin akan berada di kisaran US$10.000. Inilah alasan mengapa CryptoQuant dan analis lain tidak sependapat.

Senior commodity strategist dari Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, kembali memperbarui prediksinya yang cukup ekstrem. Ia mengatakan bahwa Bitcoin bisa turun ke sekitar US$10.000 jika saham-saham AS turun 20%.

Banyak analis menolak keras pandangan ini, dengan menunjuk pada data on-chain dan pergerakan harga terakhir.

Disponsori

Disponsori

Apa yang Diprediksi McGlone Sekarang

Dalam sebuah unggahan pada 16 Oktober, McGlone mengaitkan skenario ini dengan risiko yang lebih luas. Ia menunjukkan bahwa puncak Bitcoin di tahun 2025 melewati US$100.000 dan harga emas sudah melampaui US$5.000. Ia juga menyebut kebijakan yang semakin ketat dan naiknya hasil obligasi sebagai indikator kemungkinan akhir dari reli sejak 2009.

McGlone sudah beberapa kali mengemukakan target US$10.000 sepanjang 2026 dan sebelumnya. Pada Agustus, ia mengungkapkan dengan kondisi Bitcoin nyaman di bawah US$69.000 menunjukkan adanya kecenderungan pergerakan lanjutan ke level tersebut.

Komentar serupa muncul pada Juli, Juni, dan September, yang sering mengaitkan potensi penurunan dengan mean reversion dan korelasinya terhadap pasar saham. Ia mulai lebih menekankan pandangan ini di awal 2025, saat Bitcoin diperdagangkan di kisaran atau di atas US$100.000.

Skenario yang ia gambarkan bergantung pada dua kondisi:

Disponsori

Disponsori

  • Penurunan sebesar 20% pada harga saham di AS.
  • Kebijakan bank sentral yang lebih ketat.

Berdasarkan data dari BeInCrypto, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$82.000 per 18 Oktober 2026. Level tersebut sekitar 35% di bawah all-time high sekitar US$126.080 yang tercapai awal Oktober 2025.

Jadi, jika Bitcoin menuju US$10.000 berarti akan ada penurunan yang lebih dalam lagi.

Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCryptoApakah Analis Yakin dengan Prediksi Bitcoin US$10.000?

Banyak pihak yang mengkritik keras prediksi ini. Founder CryptoQuant, Ki Young Ju, menunjukkan bahwa exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot telah menyerap dana sebesar US$58 miliar. Ia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan treasury juga memegang 1,3 juta BTC.

Argumen mereka berputar pada pertanyaan apakah permintaan institusi mampu menyerap aksi jual besar-besaran.

Ju menegaskan bahwa meski dana tersebut keluar, biaya dasar on-chain masih menunjukkan batas bawah di kisaran US$30.000.

Penurunan ke US$10.000 berarti rasio MVRV akan menjadi 0,2, jauh di bawah titik terbawah historis sebelumnya, yaitu 0,6. Aksi ini akan memerlukan para holder jangka panjang yang pernah bertahan dari koreksi 75% untuk melakukan panic selling.

Analis teknikal memberikan pandangan yang lebih konstruktif. Trader Killa menuturkan bahwa Bitcoin biasanya mengalami reli saat akhir pekan dan berbalik arah pada hari Senin.

Sementara itu, Michaël van de Poppe menyebut grafik saat ini “tidak buruk sama sekali.” Menurut dia, peluang berikutnya justru lebih besar untuk breakout ke atas daripada turun ke bawah.

Peringatan berulang dari McGlone terus memanaskan perdebatan. Sebagian trader menganggapnya sebagai narasi ekonomi makro yang sudah usang, sedangkan yang lain melihatnya sebagai pengingat volatilitas aset kripto seperti Bitcoin.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Michael Saylor Ungkap Alasan Wall Street Lebih Suka Uang Tunai daripada Bitcoin

Selanjutnya

Berlian Merah Muda Tak Ternilai Kembali setelah 100 Tahun saat Harga Anjlok