Pengacara Mahkamah Agung Sam Bankman-Fried menyatakan bahwa denda sebesar US$11 miliar yang dijatuhkan kepadanya akan membuat pendiri FTX itu bangkrut seumur hidupnya, kapan pun ia keluar dari penjara.
Jeffrey Fisher, yang mengajukan petisi pada 10 September, berpendapat bahwa jumlah tersebut melanggar larangan Amandemen Kedelapan terhadap denda yang berlebihan. Ia memaparkan argumennya di program radio pembawa acara CNN, Michael Smerconish.
Mengapa Denda Menyakiti Sam Bankman-Fried Lebih Dalam Daripada Vonis
Perintah pembayaran US$11 miliar ini bukanlah upaya menarik kembali uang yang masih dimiliki mantan miliarder tersebut. Ini adalah vonis pembayaran uang untuk jumlah yang memang tidak dia punyai.
Michael Smerconish discusses my case and Supreme Court appeal. Judge Kaplan allowed the government to (falsely) claim over $10 billion of depositor losses — and prohibited me from responding. https://t.co/6CVRAU3Qim
— SBF (@SBF_FTX) September 14, 2026
Fisher berargumen bahwa tidak ada penghasilan di masa depan secara realistis yang mampu melunasinya. Pada puncak kekayaannya, SBF pernah diperkirakan memiliki kekayaan bersih sekitar US$26 miliar hingga US$26,5 miliar pada awal hingga pertengahan 2022 sebelum FTX runtuh.
Disponsori
Disponsori
Sang pengacara menelusuri perlindungan hukum ini sampai ke Magna Carta, piagam Inggris abad ke-13. Prinsipnya, denda seharusnya tidak sampai membuat pelaku benar-benar kehilangan seluruh peluang untuk mencari nafkah kembali.
“Sebelum kita mengambil kebebasan seseorang dan mengutuk mereka hidup dalam kemiskinan seumur hidup, kita harus memastikan bahwa mereka mendapatkan kesempatan yang adil di hadapan juri,” ujar Fisher dalam wawancara tersebut.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung.
Momen ini cukup membantu Fisher. Pada bulan Juli, para hakim sepakat untuk menerima Jouppi v. Alaska, perkara tentang pesawat senilai US$95.000 yang disita karena seorang penumpang membawa six-pack bir ke desa yang melarang alkohol.
Kaitannya pada pasal, bukan pada nilainya. Sebuah pesawat yang disita dan putusan pembayaran US$11 miliar sama-sama memunculkan pertanyaan, kapan sanksi keuangan dianggap sudah terlalu berlebihan.
Fisher mengatakan, kedua kasus ini menguji hal yang berbeda. Jouppi menguji apakah besaran denda sesuai dengan pelanggaran. Sedangkan argumennya menguji apakah denda itu menyisakan peluang terdakwa untuk bisa mencari nafkah di masa depan.
Argumen Soal Penggantian Rugi Punya Dua Sisi
Argumen lain Fisher, seperti yang ia jabarkan dalam petisi yang diajukan pekan lalu, adalah bahwa para juri hanya mendengar bahwa nasabah kehilangan miliaran, tapi tidak pernah diberitahu bahwa mereka nantinya akan diganti rugi. Ia menilai kekosongan informasi itu membuat persidangan tidak adil dan menuntut persidangan ulang.
Ringkasan wawancara pengacara SBF dengan Michael Smerconish
Pada Juli lalu, pembayaran kelima untuk nasabah FTX telah membawa sebagian besar kelas nasabah menerima 105% dari klaim mereka. Tapi, nilai klaim tersebut dikunci pada harga November 2022 sehingga para kreditur melewatkan reli aset kripto yang terjadi setelahnya.
Fisher menerangkan bahwa investasi awal FTX di Anthropic adalah salah satu alasan nasabah bisa diganti rugi. Tetapi, pihak estate menjual saham tersebut terlalu dini, hanya memperoleh sekitar US$1,3 miliar pada 2024 untuk kepemilikan yang saat ini nilainya lebih dari US$30 miliar, seperti dilaporkan BeInCrypto.
$10 Million Invested in Anthropic 5 Years Ago Would Be Worth $16.45 Billion Today
If you put $10 million in Anthropic 5 years ago, today it would be worth $16.45 billion. If you would have put $1 million, it's worth $1.5 billion dollars. If you would have put $100,000, it's…
Pengadilan banding federal telah menolak argumen-argumen ini pada Juni. Smerconish mengenang alasan Hakim Lewis Kaplan yang menyatakan seseorang yang mencuri uang lalu membawanya ke Vegas dan menang tetaplah seorang pencuri.
Para hakim belum memutuskan akan menerima kasus ini atau tidak. Sebagian besar petisi memang tak sampai pada tahap itu.

