Pandangan umum mengatakan open-weight AI membawa dampak buruk bagi frontier labs seperti OpenAI dan Anthropic. Cathie Wood dari ARK Invest justru berpendapat sebaliknya. Open-weight AI model adalah model di mana penciptanya merilis parameter dasarnya secara publik. Jadi siapa pun bisa mengunduh, menjalankan, dan memodifikasi model ini di perangkat sendiri tanpa harus membayar akses.
Wood berpendapat ancaman nyata dari model open-weight bukan karena bisa menggantikan frontier AI, tapi karena pelaku jahat bisa memanfaatkannya untuk menyerang perusahaan. Menurut dia, tekanan keamanan ini akhirnya memaksa perusahaan untuk terus membeli AI kelas frontier demi perlindungan. Akibatnya, OpenAI dan Anthropic justru makin kaya, bukan semakin tertinggal.
Beberapa Model Justru Mendukung Ancaman
Analisis Wood membalikkan narasi investasi yang populer. Ketika model open-weight dari Meta, Mistral, dan DeepSeek semakin canggih, banyak orang percaya perusahaan akan beralih dari langganan frontier AI yang mahal.
Disponsori
Tanggapan Wood: Semakin kuat model open-weight, semakin besar pula permukaan serangan, sehingga perusahaan makin butuh frontier AI sebagai lapisan pertahanan.
AI Security Institute Inggris menemukan bahwa kemampuan siber model open-weight sekarang sudah setara dengan frontier AI dari empat hingga tujuh bulan lalu. Laporan primetime AI milik ARK pun menandai pengeluaran infrastruktur AI yang terus meningkat sebagai tren utama dekade ini.
Pilihan Wood untuk Pendulang Pendapatan Terbesar
Wood menyebut OpenAI, Anthropic, dan SpaceXAI sebagai perusahaan yang paling mungkin meraih sebagian besar pendapatan berbasis model AI. ARK sudah memiliki investasi di ketiganya.
“Ironisnya, bertolak belakang dengan narasi yang berkembang, model open-weight justru menjadi alasan penting mengapa OpenAI, Anthropic, dan pada akhirnya, menurut kami, SpaceXAI sangat mungkin mendapatkan mayoritas pendapatan AI berbasis model,” ujar Wood.
Anthropic sudah mengajukan S-1 dengan valuasi mendekati US$1 triliun, sementara OpenAI diperkirakan melantai di bursa pada September 2026. Teori Wood mengubah sudut pandang, di mana dua perusahaan ini bukan korban disrupsi open-source, melainkan pemenang terbesarnya.
Logika ini pun makin masuk akal dari waktu ke waktu. Semakin murah AI bagi penyerang, semakin perusahaan membutuhkan perlindungan terbaik yang tersedia.

