Pendiri Telegram, Pavel Durov, telah menanggapi tuduhan terorisme dari Rusia dengan menuduh Moskow menghukumnya karena menolak permintaan pemerintah untuk melakukan pengawasan massal dan sensor di aplikasi pesan tersebut.
Rosfinmonitoring, layanan pemantauan keuangan Rusia, memasukkan Durov ke dalam daftar teroris dan ekstremis pada hari Kamis. Daftar ini keluar satu hari setelah Dinas Keamanan Federal (FSB) membuka kasus pidana terhadap dirinya.
Durov Menanggapi Moskow Lewat Meme
Durov tidak membantah tuduhan tersebut satu per satu. Ia mengunggah pernyataan singkat di kanal Telegramnya, lalu menyertakan gambar dua panel.
“Rusia telah menetapkan saya sebagai ‘teroris’ karena menolak permintaan mereka untuk melakukan pengawasan massal dan sensor di Telegram. Berdasarkan hukum Rusia, saya dilarang ‘mempublikasikan informasi di Internet’. Para pejabat Rusia jelas kebingungan tentang siapa sebenarnya yang bisa melarang siapa dari Internet,” tulis Durov .
Disponsori
Disponsori
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Gambar yang diunggah menampilkan foto dirinya dengan keterangan teroris, di samping perwakilan Taliban yang menyambut Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, dengan keterangan mitra terhormat.
pic.twitter.com/TRHWJdbcCv
— Pavel Durov (@durov) July 30, 2026
Mahkamah Agung Rusia telah menghapus Taliban dari daftar tersebut pada April 2025.
Apa yang Benar-Benar Berubah dari Penetapan Ini
Bank-bank Rusia wajib membekukan aset pribadi siapa pun yang masuk dalam daftar Rosfinmonitoring dan memutus layanan keuangan mereka. Kewajiban tersebut berlaku untuk Durov secara pribadi, bukan untuk Telegram sebagai entitas hukum.
FSB menuduh platform tersebut gagal menghapus channel, chat, dan bot yang digunakan intelijen Ukraina serta kelompok ekstremis untuk mengorganisir serangan di dalam Rusia. Durov, 41 tahun, kini masuk daftar pencarian internasional dan terancam hukuman seumur hidup. Para pejabat sebelumnya masih bernegosiasi dengan Telegram beberapa hari sebelumnya.
Pasar aset kripto tidak terlalu bereaksi. Gram (GRAM), token yang terkait dengan Telegram dan telah di-rebranding oleh Durov dari Toncoin pada bulan Juni, diperdagangkan di kisaran US$1,42, naik 1,7% dalam 24 jam terakhir.
Performa Harga GRAM | Sumber: BeInCrypto
Penegakan hukum masih menjadi tanda tanya besar. Durov memegang kewarganegaraan Prancis dan Uni Emirat Arab serta tinggal di Dubai, sehingga penangkapan membutuhkan kerja sama yang belum diperoleh Moskow. Jaksa Prancis telah mencabut larangan perjalanan untuknya pada November lalu.


